Media Jihad Indonesia

Fenomena Warung bu Saeni yang masih tetap buka di bulan Suci Ramadhan

  • Reporter:
  • Selasa, 14 Juni 2016 | 02:20
  • / 8 Ramadhan 1437
  • Dibaca : 788 kali
Fenomena Warung bu Saeni yang masih tetap buka di bulan Suci Ramadhan

Masihwan.com  – Kasus ditertibkannya warung bu Saeni oleh Satpol PP yang banyak menyita perhatian masyarakat Indonesia membuat banyak kalangan mempertanyakan Keputusan pemerintahan daerah khususnya Banten. Melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang yang telah membuat imbauan melalui surat edaran terkait aturan jam buka rumah makan saat Ramadhan.
Sebenarnya imbauan dari MUI itu harus ditaati oleh para pedagang termasuk ibu Saeni, mengingat keharusan menghormati kepada masyarakat yang khusuk melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan ini.
Tetapi yang terjadi adalah pelanggaran dari ibu Saeni yang tidak mengindahkan imbauan dari MUI setempat. Warteg yang berada di jalan Cikepuh, Pasar Rau, Kota Serang tersebut masih tetap buka, apalagi setelah mendapatkan bantuan dari masyarakat, mentri bahkan presiden Jokowi. Simpati dari kebanyakan masyarakat itu membuat ibu Saeni merasa didukung dan oleh karenanya melanjutkan tetap buka dagangannya di bulan suci Ramadhan ini. “Takut mah takut, tapi mau gimana lagi, usahanya bisa ini doang,” kata Saeni di warungnya, Senin (13/6/2016).
Pola fikir Muslim di Sana dan di Sini saat Ramadhan…
Padahal mari kita renungkan kejadian warung ibu Saeni diatas.  Seorang Muslim indonesia berkata : “Kenapa sih warung makan diatur2 begitu?
Mau buka kek..tutup kek itu kan hak yg punya warung.., masa sih warung buka dianggap menggoda orang puasa?..itu tergantung yang puasa aja…, saya puasa gak tergoda tuh dg warung buka, kasian juga orang cari rezeki saat puasa…kan dia cari duit untuk keluarganya…cari duit untuk lebaran…bla..bla..bla…”
Seorang Muslim Saudi di Mekkah berkata: “Kami tutup toko (toko makanan) karena memang aturan pemerintah kami demikian, kami bersyukur diberi peluang untuk bisa beribadah sebanyak-banyaknya siang dan malam, dan tidak direpotkan dan dilelahkan dg urusan2 dunia, karena ini bulan penuh keberkahan dan kebaikan dari Allah swt, belum tentu kami bertemu kembali kepada ramadhan tahun depan. Kami tidak merasa rugi tutup toko, malah kami ingin berbagi makanan saat iftar dan sahor, kami tidak mungkin membuka toko disaat saudara2 kami berpuasa, haram bagi kami berbuat seperti itu. Allah swt telah memberi kami 11 bulan untuk mencari rezeki dan keperluan dunia, satu bulan ramadhan ini khusus untuk kami beribadah bekal akhirat.. bagi kami yang terpenting adalah ibadah dibulan ramadhan bukan kepada kesenangan saat ied semata”. (MIR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 masihwan.com

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional