Media Jihad Indonesia

Pandangan Syekh Yusuf al-Qardhawi tentang Jilbab dan Purdah / Cadar

  • Reporter:
  • Rabu, 22 Juni 2016 | 04:01
  • / 16 Ramadhan 1437
  • Dibaca : 1052 kali
Pandangan Syekh Yusuf al-Qardhawi tentang Jilbab dan Purdah / Cadar

masihwan.com  –  Wanita muslim diwajibkan untuk menutup aurat dan menjaga kehormatannya. Dan tidak jarang dijumpai wanita muslim yang memakai aurat sampai hanya kelihatan kedua mata saja. Penampilan ini mengundang pertanyaan bagi sebagian muslimah lainnya tentang menutup aurat yang disyariatkan oleh ajaran Islam.
Seorang Mujadid tahun ini Syekh Yusuf al-Qaradhawi sendiri pernah mengeluarkan fatwa tentang hukum bercadar ini. Beliau mengatakan bahwa becadar ini sudah masuk dalam ranah ijtihad. Karena banyak pandang para Ulama terkait hukum menutup keseluruhan muka, dengan menyisakan kedua mata ataupun bahkan menutup total sembari memberi kain transparan di bagian penglihatan.
Ketua Persatuan Ulama se Dunia ini menilai bahwa bercadar adalah tidak wajib dan diperbolehkan menampakkan bagian luar yaitu wajah dan telapak tangan. Ini seperti dinukilkan dari sejumlah kitab fikih mazhab, yakni kitab al-Ikhtiyar yang bercorak Hanafi, Aqrab al-Masalik ila Madzhab Malik mewakili Mazhab Maliki, sedangkan dari Mazhab Syafii bisa merujuk al-Muhadzab karangan as-Syairazi. Sementara untuk Mazhab Hanbali bisa menyunting kitab Ibnu Qudamah al-Mughni.
Dalil lain yang dijadikan landasan untuk memperbolehkan menampakkan muka dan telapak tangan adalah tafsir surah an-Nur ayat 31. Penafsiran kalimat ‘”kecuali yang (biasa) tampak darinya” menurut sebagian besar ulama adalah wajah dan kedua telapak tangan.
Oleh  Imam as-Suyuthi ad-Dur al-Mantsur fi at-Tafsir bi al-Ma’tsur dijelaskan lebih detail tentang masalah cadar ini. “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya” pada ayat yang sama. Jika bercadar diwajibkan, mestinya akan disebutkan secara jelas untuk menutup muka total di ayat itu.
Sedangkan landasan hadist adalah riwayat sahih Abu Dawud dari Aisyah RA. Rasulullah SAW menyatakan, perempuan yang telah melalui masa haid, wajib mengenakan aurat kecuali yang biasa terihat. “Kecuali bagian ini dan ini,”sabdanya. Rasul menunjuk bagian muka dan kedua telapak tangan.
Yusuf Qardhawi lebih lanjut mengatakan ketentuan tidak wajibnya bercadar, bukan berarti mengenakan burqa tersebut dilarang. Siapapun, yang hendak bercadar silakan dan diperbolehkan.  (mir)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 masihwan.com

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional