Media Jihad Indonesia

Memaknai arti “tahlilan” di Indonesia yang tidak perlu di SESATKAN

  • Reporter:
  • Selasa, 28 Juni 2016 | 16:06
  • / 22 Ramadhan 1437
  • Dibaca : 559 kali
Memaknai arti “tahlilan” di Indonesia yang tidak perlu di SESATKAN

masihwan.com  –  Mari kita lihat Tahlilan dari kacamata sosiologi, bagaimana dia berfungsi menjadi perekat sosial atau silaturahmi di tengah masyarakat yg gampang bertikai.

Dan makna penting dari Tahlilan itu sendiri salah satunya adlah KERUKUNAN dan KEBERSAMAAN.
Tahlilan bertugas mengundang warga yg berbeda-beda pekerjaan, berbeda pendidikan dari kalangan atas sampai bawah, dari tukang becak sampai pegawai, dari anak muda sampai org tua, dari kalangan jomblowan‬ sampai yg sdh berumah tangga untuk bersama-sama KUMPUL BERSAMA memenuhi undangan dan menghibur keluarga almarhum yg ditinggalkan. Dan tetangga yg belum kenal bisa saling kenal dan bersalaml-salaman. Nggak peduli dia dari NU atau Muhammadiyah.
muhammIsi yg ada didlm tahlilan itu sendiri juga ada pembacaan ayat2 Alqur’an sperti Surat Yasin, Al-Fatihah, Al-Ikhlash, Al-Falaq, An-Naas, Al-Baqarah ayat 1 sampai 5, ayat 163, ayat 255 (Ayat Kursi), ayat 284 sampai akhir surat, trus membaca Istighfar, tahlil, takbir, tasbih, tahmid, membaca shalawat, Asma’ul Husna, terakhir membaca do’a ntk saudara muslim yg masih hidup maupun yg sdh meninggal.
Jadi istilah tahlilan populer digunakan ntk menyebut sebuah acara dzikir bersama, doa bersama, atau majlis dzikir. Singkatnya, acara tahlilan, dzikir bersama, majlis dzikir, atau doa bersama adlah ungkapan yg berbeda ntk menyebut suatu kegiatan yg sama, yaitu: kegiatan individual atau berkelompok ntk berdzikir kpd Alloh.
Pada hakikatnya tahlilan adlah bagian dari dzikir kpd Alloh.
muhamm3Dan Kanjeng Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Alloh memiliki malaikat yg berkeliling, mereka mengikuti majelis2 dzikir. Apabila mereka menemui majelis yg didalamnya ada dzikir, maka mereka duduk bersama2 org yg berdzikir, mereka mengelilingi para jamaah itu dgn sayap-sayap mereka, sehingga memenuhi ruangan antara mereka dgn langit dunia, jika para jamaah itu selesai maka mereka naik ke langit (HR. Bukhari no. 6408 dan Muslim no. 2689).
Maka jelaslah disini untuk para kaum yang anti – alergi dengan kata “tahlilan”. Mari beribadah, mari berdoa, mari meminta kepada Tuhan yang satu yaitu ALLAH SWT. (farhan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 masihwan.com

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional