Media Jihad Indonesia

Beberapa Kontroversi dari Nusron Wahid

  • Reporter:
  • Sabtu, 2 Juli 2016 | 06:28
  • / 26 Ramadhan 1437
  • Dibaca : 1333 kali
Beberapa Kontroversi dari Nusron Wahid

masihwan.com  –  Ketua GP Ansor Nusron Wahid memang ketua Gerakan Pemuda Ansor yang berada di bawah organisasi Nahdhatul Ulama. Ia juga merupakan salah seorang kader Partai Golkar. Namun, sikap dan tindakannya seringkali jauh dari ciri ulama seperti KH Hasyim Asy’ari, sang
pendiri NU.
Berikut kami ringkaskan beberapa kontroversi dari anggota DPR RI 2014 yang merupakan lulusan Sarjana Sastra Universitas Indonesia ini:
1, mengundang paduan suara gereja dalam Harlah GP Ansor Nusron Wahid menyatakan sebagai bentuk persatuan Ansor sengaja melibatkan paduan suara Universitas Kristen Satya Wacana untuk mengisi acara Harlah GP Ansor pada 16 Juli 2012. “Barang siapa yang mau bersilaturrahmi dengan Ansor maka akan mendapatkan ridha dari Allah. Dan barang siapa yang menolak bersilaturrahmi dengan Ansor maka akan mendapatkan murka dari Allah,” ungkapnya.
2, membentuk Detasemen Khusus dengan ilmu kebal yang syirik Pada peringatan Harlah NU ke-85 diproklamirkan Densus 99 Banser NU untuk menangkal teror bom. Para personilnya diwajibkan puasa 30-40 hari untuk mendapatkan kesaktian ilmu kebal petasan.
Ketua Umum GP Ansor, Nusron Wahid menyatakan Densus 99 terdiri dari 204 personil yang memiliki kemampuan ilmu kebal dan seni bela diri mumpuni. Selain ilmu kebal, detasemen yang dikomandani Gus Nuruzzaman ini juga dibekali keahlian menjinakkan bom.
3, menjaga tokoh lesbi peleceh Islam Kehadiran Irshad Manji, tokoh lesbian dan liberal, ke Indonesia, kata Kiai Hasyim Muzadi, adalah upaya untuk melegalisasi perkawinan sejenis. Irshad Manji adalah seorang feminis Kanada yang juga dikenal pegiat lesbian. Dalam bukunya edisi Indonesia berjudul “Beriman Tanpa Rasa Takut: Tantangan Umat Islam Saat Ini”, menggugat sejumlah ajaran pokok dalam Islam, termasuk keimanan kepada keotentikan Al- Quran serta kema’shuman Nabi Muhammad. Namun, oleh Nusron Wahid, Banser dikerahkan untuk menjaganya dalam salah satu diskusi yang digelar di Indonesia.
4, menggerakkan BANSER untuk menjaga gereja Satuan Tugas Gerakan Pemuda Ansor, Banser, melibatkan sekitar 25 ribu personil untuk mengamankan gereja dan mengantisipasi keamanan dalam rangka perayaan Hari Natal 2013 di Jawa Timur. Pihak Banser mengaku kegiatan seperti ini sudah setiap tahun dilakukannya. Khusus tahun ini, para Banser mulai melakukan pengamanan dan membantu aparat kepolisian sejak 23Desember hingga 27 Desember 2013.
Sementara Banser sendiri jarang menjaga perayaan ibadah umat Islam seperti Hari Raya Idul Fithri dan lainnya.
5, menuduh sesepuh Nahdhiyin tidak paham sejarah Demi mendukung pasangan calon presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla, Nusron menyebut para kyai sepuh NU pelupa sejarah masa lalu karena mereka mendukung pasangan Prabowo Hatta. Asosiasi Pesantren NU Indonesia di bawah naungan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU), KH Fathurrozi (Gus Fahrur) menuntut Ketua Umum PP GP Ansor Nusron Wahid meminta maaf.
Selain itu, Rois Syuriah Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Miftachul Akhyar pernah menegurnya langsung melalui media massa karena pernyataan Nusron provokatif dan bisa memecah belah kalangan Nahdliyin.
6, mengusulkan kontes Miss World diadakan di pesantren Di Kantor GP Ansor, Jakarta, Rabu malam, 4 September 2013, Nusron mengusulkan agar para kontestan Miss World diajak berkunjung ke Pondok Pesantren. ”Mereka bisa dibawa untuk berkunjung ke pondok pesantren, misalnya, agar mengenal Islam Indonesia yang ramah dan toleran,” tuturnya.
7, mendesak SBY menerbitkan Perpres Perlindungan Ahmadiyah Nusron Wahid mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera menuntaskan konflik atas nama agama yang menimpa pemeluk Ahmadiyah. Menurutnya, konflik tersebut tidak akan selesai, jika SBY tidak tegas terhadap masalah ini. Apalagi sudah terlalu banyak kasus kekerasan terhadap warga pemeluk agama baik Ahmadiyah, GKI Yasmin, dan lain sebagainya.
8, menyebut Hukum Konstitusi lebih tinggi dari Hukum Agama “Diatas hukum agama dan adat ada konstitusi negara, ” demikian perkataan Nusron Wahid dalam acara Indonesia Lawyer Club )ICL) di TV One, Senin 14 Oktober 2014, dalam rangka membela kepemimpinan Ahok yang beragama Katolik di Jakarta. Secara spontan Ketua Majelis Syura DPP FPI KH Syeikh Misbahul Anam yang juga hadir dalam acara tersebut menyatakan, “Kepada semua anggota GP Anshor di seluruh Indonesia sesuai “Fatwa” ketumnya, maka mulai besok jangan baca ayat Al-Qur’an tapi baca saja ayat Konstitusi, dan kalau sekarat atau mati maka jangan dibacakan Yasin, tapi bacakan saja ayat Konstitusi.”  (farhan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

  • ©2017 masihwan.com

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional