Media Jihad Indonesia

Mencermati Para Murtadin mulai dari PENDETA YUSUF RONI, Murtadin Hagai Ahmad Maulana, Murtadin Willy Abdul Wadud Karim Amrullah, Murtadin Danu Kholil Dinata dan Murtadin Mohammad Filemon

  • Reporter:
  • Sabtu, 22 Oktober 2016 | 10:10
  • / 20 Muharram 1438
  • Dibaca : 1234 kali
Mencermati Para Murtadin mulai dari PENDETA YUSUF RONI, Murtadin Hagai Ahmad Maulana, Murtadin Willy Abdul Wadud Karim Amrullah, Murtadin Danu Kholil Dinata dan Murtadin Mohammad Filemon

Masihwan.com  –  Bagi kalangan umat muslim Indonesia sudah barang tentu dakwah merupakan kewajiban bagi setiap umat. Dengan adanya dakwah maka diharapkan syiar Islam akan berkembang di bumi Indonesia.

Tapi tidak sedikit dakwah ini dikotori oleh orang orang yang benci dengan Islam. Berikut ini aksi DUSTA dan Bohong yang dirangkum dalam tulisan berikut ini.

1- Pendeta YANG MENGAKU BERNAMA Yusuf Roni
Tahun 1974, GPIB Maranatha Surabaya digegerkan oleh kasus pelecehan agama oleh Pendeta Kernas Abubakar Masyhur Yusuf Roni. Dalam ceramahnya, sang pendeta itu mengaku ngaku sebagai mantan kiyai, alumnus Universitas Islam Bandung dan pernah menjadi juri MTQ Internasional. Dia tafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an secara sangat ngawur. Kaset rekaman ceramah tersebut kemudian diedarkan secara luas kepada umat Islam.
Yang mana beliau telah berceramah ke gereja-gereja untuk menyebarkan permusuhan dengan orang-orang Islam. Akhirnya beliau diajukan ke sidang dan dihadang oleh Bey Arifin (almarhum). Yang berhasil menjebloskan Yusuf Roni ke dalam Penjara selama 6 tahun dengan tuduhan subversiv.
Salah satu yang disebarkan Yusuf Roni adalah ayat di dalam al-Qur’an yang berbunyi “Iktidal alal Kuffar” yang kemudian diartikan oleh Yusuf Roni sebagai: “Sembelih semua leher orang-orang kafir” Nah hal ini kemudian diluruskan oleh Bey Arifin yang katanya: “Yusuf Roni mengartikan ayat-ayat di dalam al-Qur’an dengan seenaknya sendiri padahal dia tidak menguasai bahasa arab, ayat
tersebut arti atau makna yang sesungguhnya adalah: “Bersikap tegaslah terhadap orang-orang kafir”
Yang kemudian dilakukan test, Yusuf Roni di suruh membaca surat al-Fatihah. Tetapi ternyata membaca al-Fatihah saja beliau banyak sekai kesalahannya. “Ihdinas Siratal Mustakim” Dibaca beliau dengan salah. Maka kata Bey Arifin: “Jika beliau membaca ayat tersebut di depan anak-anak kelas 5 SD Mujahidin ini pasti anak-anak tersebut akan mengoreksinya”
Maka dari itu kebohongan demi kebohongan terungkap dari beliau :
1. Mengartikan ayat yang tidak benar.
2. Mengaku Ustadz tetapi tidak fasih membaca ayat-Alqur’an dan seterusnya…..
Setelah diusut tuntas, ternyata pengakuan pendeta itu hanyalah bohong belaka, Yusuf Roni teryata tidak bisa baca Al-Qur’an. Dengan kebohongannya itu, Pendeta Pembohong Yusuf Roni diganjar penjara 7 tahun di Kalisosok, Surabaya.
MEMBONGKAR KEBOHONGAN MURTADIN PENDETA YUSUF RONI
Ngakunya dia bernama lengkap Kemas Abubakar Masyhur Jusuf Roni asli kelahiran Palembang 6 Desember 1946. Kakeknya bernama kemas a.roni tokoh islam terkenal di Palembang silsilah lengkapnya kemas Abubakar Mashur Jusuf roni bin Kemas M toha Roni bin Kemas A.Roni bin Kemas Nanang Abdul Halim bin Kemas Abang bin kemas Amijoko bin Demang Singojudo Wirokencono bin Daeng ario Wongso bin Tumenggung Nogowongso bin pageran Fatahillah dan seterusnya. Masa kecilnya
Jusuf Roni dididik dgn disiplin yg keras di tengah-tengah keluarga islam. Maka jadilah dia seorang muslim yg fanatik ketika keluarganya pindah ke Bandung dia masuk ke pesantren YPI (yayasan pendidikan Islam) JL. Muhammad 16 Bandung yg di pimpin oleh KH. Udung Abdurrahman. Ngakunya pula sebelumnya menjadi Kristen Jusuf Roni adalah aktifis muslim yg gigih memperjuangkan Islam dalam kesempatan apapun termasuk membendung perkembangan agama Kristen di Jawa Barat buktinya dulu dia memiliki seabreg jabatan di dunia dakwah antara lain :
1. Ketua umum Serikat Pelajar Muslim Indonesia (SEMPI) kabupaten Bandung ketua 1 SEMPI wilayah Jawa Barat, ketua lembaga dakwah SEPMI pusat
2. Ketua serikat Pendidikan Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) Bandung
3. Angota Gerakan Ulama Syarikat Islam Indonesia (GUSII) wilayah Jawa Barat
4. Ketua seksi dakwah dan pers Pemuda Muslim Indonesia wilayah Jawa Barat
5. Angota dewan pimpinan harian daerah (DPHD) Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI) konsulat Jawa Barat
6. Pernah jadi juri MTQ tingkat nasional
7. Pernah di didik di pesantren sampai aliyah, IKIP dan Universitas Islam Indonesia
8. Pernah menjadi wakil sekertaris jendral organisasi islam sedunia. Namun selama beragama islam dia tidak pernah mengalami kepuasan rohani hidupnya selalu gelisah tidak tenang dan selalu diliputi oleh tanda Tanya seputar kepastian keselamatan. Dalam situasi itulah akhirnya dia terpikat oleh doktrin “keselamatan yang pasti” dalam kristus bahwa dosa manusia sudah di tebus oleh Yesus yang mati tragis di atas gantungan tiang salib.
TERNYATA BOHONG SEMUA……….BOHON­G BESAR !!!
Kesaksian yang indah dan memikat itu sempat menggegerkan umat karena di tobatkan di gereja-gereja lalu kesaksian tersebut direkam dan diedarkan ke kalangan muslim di Kalimantan, Surabaya, Bandung, Jakarta, Malang dan beberapa kota besar lainnya. Tetapi ternyata …pendeta Jusuf Roni berbohong dalam kesaksiannya. Bohongnya tak tanggung tanggung besar …sekali..!!!
1. Berdasarkan surat keterangan dari pusat administrasi akademi IKIP bandung NO.259 P.T 25R.II 4/0/1979 tertanggal 22 Mei 1979 Jusuf Roni tidak pernah tercatat sebagai mahasiswa IKIP Bandung.
2. Surat rector Universitas Islam Indonesia Nusantara Bandung NO.78/R-UIN/D/­V91997 tertanggal 2 september 1979 Jusuf Roni pun tidak pernah tercatat sebagai mahasiswa UIN Bandung.
3. Surat kepala kantor direktorat jendral bina tuna warga Bandung no P.R.II.LL/D.P/2383/­79 tertanggal 22 mei 1979 menyatakan bahwa Jusuf Roni sudah pernah meringkuk di penjara Banceuy Bandung dalam kasus tindak pidana. Jadi Jusuf Roni adalah seorang recidivist.
4. Jusuf roni bukan asli Palembang tapi berdarah campuran asing (;China Kristen).
5. Mustahil menjadi juri MTQ ketua lembaga dakwah wakil sekjen organisasi Islam sedunia karena Jusuf Roni ternyata tidak bisa baca Alquran tidak tahu tata cara dan doa-doa shalat tidak hafal surat alfatihah.
Maka tidak heran bila akhirnya pada tanggal 19 juli 1979 pengadilan negeri Jakarta pusat memutuskan hukuman 6 tahun penjara karena terbukti melakukan tindak pidana subversi sebagaimana yg diatus dalam pasal 1(1) ke 1 sub c undang undang no. 11/PNPS/1963. Itulah profil Jusuf Roni pendeta recidivist yg kini menjadi rector Apostolos
Bagi yang belum pernah melihat wajah Yusuf Roni pasti akan terkaget-kaget. Karena wajahnya “jauh lebih china/lebih totok tionghoa-nya” daripada Mao Tse Tung ataupun Deng Xiaoping.
2- Pendeta YANG MENGAKU BERNAMA Hagai Ahmad Maulana
Pendeta penipu yang yang menamakan dirinya Hagai Ahmad Maulana ini mengaku sebagai putra kandung kesayangan KH. Kosim Nurzeha. Ceramahnya di gereja pun beredar luas di kalangan masyarakat. Setelah diselidiki, terkuaklah kebohongan besar pendeta Hagai Ahmad Maulana. Sebab belum pernah istri KH. Kosim Nurzeha melahirkan Ahmad Maulana.
3- Pendeta YANG MENGAKU BERNAMA Willy Abdul Wadud Karim Amrullah
Di Padang, trik yang sama dipakai untuk menggoyang akidah umat. Seseorang yang menamakan dirinya Pendeta Willy Abdul Wadud Karim Amrullah, namanya menjadi naik daun di dunia pemurtadan Kristenisasi, setelah mangaku adik kandung ulama besar pakar tafsir, Yang Mulia Almarhum Buya Hamka.
Orang awam banyak yang percaya tanpa cek dan ricek. Langsung yakin begitu saja dengan pengakuan bahwa adik kandung Buya Hamka itu sudah murtad ke Kristen.
Setelah diselidiki, ternyata pengakuan itu adalah kebohongan yang sangat besar. Salah seorang putra Buya Hamka menyatakan bahwa sepanjang hayatnya, dia tidak pernah punya paman yang namanya Willy Abdul Wadud Karim Amarullah.
4- Pendeta YANG MENGAKU BERNAMA Danu Kholil Dinata
Di Cirebon, murtadin Danu Kholil Dinata Ev. Danu Kholil Dinata alias Theofilus Daniel alis Amin Al Barokah, mengaku sebagai sarjana agama Islam, yang pindah menjadi pemeluk Kristen setelah mempelajari Nabi Isa versi Islam di STAI Cirebon. Setelah dilacak, ternyata ijazah sarjana yang dipakai untuk kesaksian adalah PALSU. Ternyata Pendeta Danu telah mencuri ijazah dari alumnus STAI Cirebon yang bernama To’at, dan kemudian foto serta namanya diganti dengan foto dan nama dirinya (Danu Kholil).
5- Pendeta YANG MENGAKU BERNAMA Mohammad Filemon
Pendeta penipu yang satu ini mengaku telah membaptis Kyai sejuta umat KH.Zainuddin MZ yang dikatakannya telah masuk Kristen. Namun kemudian ternyata pengakuannya itu bohong belaka, lagu lama penipuan khas pendeta sejak jaman dulu.
KH.Zainuddin MZ sendiri mengaku kecewa dan merasa SANGAT TERHINA diberitakan masuk ke dalam agama Kristen. Setelah kasus fitnah ini dilaporkan ke polisi Pendeta Filemon langsung kabur dan hingga kini masih buron. Setelah diselidiki lebih mendalam ternyata nama asli pendeta “Mohammad Filemon” adalah Ambri Setiawan.
Namun yang patut dikasihani adalah umat Kristen di Indonesia ini. Karena lagi-lagi dengan mudahnya mereka telah berhasil dikibuli oleh pendeta Filemon dan terlanjur girang mengira kata-kata pendeta penipu yang satu ini bahwa KH.Zainuddin MZ telah masuk Kristen adalah benar.
Para murtadin pembohong lainnya adalah Hamran Ambrie, Drs. H. A. Poernomo Winangun alias Drs. H. Amos, Ev Hj. Christina Fatimah alias Tin Rustini (nama asli dikampung Sutini alias Bu Nonot, Pdt. Rudy Muhammad Nurdin, Pdt. M. Mathius, Pdt. Akmal Sani, Niang Dewi Ratu Epon Irma F. Intan Duana Paken Nata Sastranagara (Ev. Ivone Felicia IDp.). Mengaku telah mengkristenkan 60 kiyai Banten, dll. Yang mana kesemuanya ini adalah bohong belaka.
Al-Qur’an sendiri sudah berpesan agar mencek baik-baik setiap berita yang dibawakan oleh orang fasik.
[49.6] Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.
Disadur dari fb mualaf center.

 

 

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 masihwan.com

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional