Media Jihad Indonesia

Derita Rohingya yang tidak pernah PUDAR

  • Reporter:
  • Kamis, 17 November 2016 | 16:08
  • / 16 Safar 1438
  • Dibaca : 605 kali
Derita Rohingya yang tidak pernah PUDAR

masihwan.com  –  Derita saudara muslim kita di Myanmar ternyata terus berkepanjangan. Baru baru ini kembali desa desa yang umumnya ditempati oleh umat muslim di daerah Rohingya diserang dan dibakar oleh para musuh baik itu pihak pemerintah Myanmar juga oleh para pemeluk agama Budha di Mynmar.

Rangkaian bentrokan kembali terjadi antara pasukan bersenjata Myanmar dengan sekelompok Muslim Rohingya di utara Rakhine pada akhir pekan lalu (12/11), menewaskan setidaknya 28 warga Muslim Rohingya serta dua tentara Myanmar.

Bentrokan antara militer Myanmar dan etnis Rohingya memanas sejak 9 Oktober lalu, ketika tentara melakukan gempuran di utara Rakhine. Penduduk juga menduga, pasukan keamanan Myanmar telah melakukan eksekusi, pemerkosaan, dan pembakaran rumah warga. Dugaan ini diperkuat dengan citra satelit yang menunjukan kerusakan yang meluas di desa-desa etnis Rohingya, termasuk pembakaran sekitar 430 rumah warga.

Padahal, di tengah lembaran baru pemerintahan demokratis Myanmar, kasus demi kasus yang memantik tensi ini akan menjadi ganjalan besar upaya damai antara Buddhist dan Muslim Rohingya. Menyikapi Rohingya, tensi harus ditahan, harmoni harus dijaga. Kerja-kerja kemanusiaan untuk Rohingya kini harus bersimpul pada upaya damai.

Sejak tahun 2012, ACT telah menyuarakan ajakan kepedulian dan menyalurkan bantuan untuk etnis yang diakui PBB sebagai “kaum yang paling teraniaya di dunia” ini. ACT juga telah mendirikan ratusan shelter di Sittwe, Rakhine State, Myanmar, untuk para muslim Rohingya.

Membulatkan tekad sempurna, ACT rutin setiap tahunnya mengirimkan bantuan baik melalui pengiriman tim kemanusiaan langsung ke lokasi pengungsian di Myanmar, maupun melalui relawan lokal setempat. Pada penghujung September 2016 lalu, ACT juga mendistribusikan daging kurban di Kota Sittwe, Myanmar.

Kini duka Rohingya kembali tersiar di Myanmar. Akankah kita berdiam diri saja?

rohingya4

rohingya3

rohingya1

 

 

 

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 masihwan.com

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional