Media Jihad Indonesia

Tabligh Akbar Syaikh Dr. Zakir Naik di Universitas Daarussalaam, Gontor

  • Reporter:
  • Rabu, 5 April 2017 | 12:02
  • / 8 Rajab 1438
  • Dibaca : 409 kali
Tabligh Akbar Syaikh Dr. Zakir Naik di Universitas Daarussalaam, Gontor

masihwan.com  –  Setelah diawali dengan tausiyah oleh anak beliau, Fariq Naik, tentang aneka bukti kasih-sayang kaum Muslimiin di masa kaum Salafush Sholih (kaum Pendahulu Yang Salih) dan beberapa sambutan dari tuan rumah dan pemberian cinderamata, Syaikh memulai tabligh.
Dimulai dengan pujian kepada Allah – Tuhan Yang Maha Esa – kalimat pembukaan, salaam kepada hadiriin (doa untuk hadiriin pula), dan firman Allah:
قُلْ يٰۤـاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَآءٍۢ بَيْنَـنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَـعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْــئًا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ؕ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad):
“Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama yang lain tuhan-tuhan selain Allah.”
Jika mereka berpaling, maka katakanlah (kepada mereka):
“Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
(QS. Aali ‘Imraan: Ayat 64)
Syaikh senang ada Fakultas yang juga mengajarkan perbandingan Agama di Gontor (juga perbandingan Madzhab, Hukum, dll.), dan menurut pihak Universitas, adalah yang terbesar di RI.
Penting untuk dimulai pembicaraan tentang konsep mengenai Tuhan, di Yahudi, Kristen, Hinduism, Islaam, dll.
Jika ditanya, berapa Dewa, maka kaum Hindu dapat menjawab banyak Dewa, namun bisa juga 1 Tuhan. Bahwa Matahari, Bulan, dll itu tuhan/dewa. Semuanya adalah God.
Sedangkan Islam mengatakan itu semuanya adalah God’s, milik Tuhan.
Untuk dapat dipersatukan, perlu mengacu ke ayat di atas. Dan di kitab Hindu sebenarnya ada penegasan ini. Dan tidak boleh ada penyerupaan (termasuk gambar, patung, dll.) dan tak mungkin ada yang serupa, sebenarnya.
Brahma, adalah Creator, Al Khollaq (Pencipta). Whisnu adalah Sustainer, Al Muhaimiin (Pemelihara, Perawat). Ini diterima Muslim. Ada dalam Asmaul Husna. Namun Muslim tidak mungkin menerima penggambaranNya, juga bahwa mempunyai banyak tangan, menaiki Garuda, dll. Ini sebenarnya dilarang.
Ini juga sebenarnya ditegaskan di Kitab Keluaran dan Bilangan di Bibel di 10 Perintah Tuhan.
Jadi sebenarya ada LARANGAN demikian di Hindu, Yahudi, Kristen.
Dan Muslim percaya penuh bahwa Rosuululloh ‘Isa (Esau, Yeshua, Yesus) bin Maryam ‘alahissalaam adalah Rosul terkemuka, lahir tanpa ayah, dengan banyak mu’jizat, Al Masih di Akhir Jaman, dll. Namun tidak mungkin menerima bahwa beliau adalah Tuhan. Karena di Bibel juga ini ditolak. Misalnya di Yohanes 10:30, Matius 5:17, dll. banyak ayat.
Jika ada di Bibel yang menyatakan bahwa Yesus menyatakan dirinya Tuhan, maka Syaikh bersedia masuk Kristen.
Yesus menyatakan agar ikuti Hukum Taurat, di Matius 5:17, dll. Dan ikuti jalan kebenaran, sunnah beliau, a.l. di Yohannes 14:6.
Dan Surah Al Ikhlas di Al Qur’aan, adalah dasar dari keagamaan (Theology) dan penguji seluruh, aneka Agama yang dikenal manusia.
Inilah Tauhiid.
Sementara ada banyak yang disebut sebagai God (Dewa), bahkan di negara beliau – India – saja ada ribuan. Bahkan ada yang mengaku sebagai Dewa, Tuhan.
Allah, Tuhan Yang Maha Esa, tidak perlu menjadi manusia, makhluk, agar mengerti apa rasanya menjadi manusia, makhluk, karena Allah lah yang menciptakannya dan segalanya!
Dan “Allah” adalah satu kata dalam Bahasa Arab. Muslim harus menggunakan ini untuk merujuk kepada Tuhan Yang Maha Esa. Namun agar orang yang tidak mengerti Bahasa Arab, Syaikh tidak keberatan menerjemahkannya ke bahasa lain, agar orang itu mengerti. Namun “God” bukanlah penerjemahan yang tepat.
Dan perlu untuk menerapkan Syari’ah. Ini juga bukan soal potong tangan yang banyak dikesankan sebagai aturan barbar. Renungkanlah bahwa negara yang paling rendah tingkat kriminalitasnya di dunia, adalah negara Islam Arab Saudi.
Misalnya juga tentang Hukum Syari’ah soal Hijab. Ini utamanya bukan soal untuk perempuan. Namun utamanya justru – pertama kali – adalah kepada lelaki. Lelaki, dinasihati, diperintahkan kepadanya, agar menundukkan pandangannya dulu. Bukan mengumbar pandangannya kepada kaum perempuan. Sementara kaum perempuan juga perlu menahan dirinya dari mengumbar auratnya. Dan agar memakai Hijab, Jilbab. Juga agar ini lebih melindungi mereka dari diganggu. Perumpamaannya, adalah sepasang saudara kembar yang sama cantinya. Satu memakai hijab Islami, satu lagi memakai baju terbuka aurat a la Western (Barat). Dan sama-sama melewati jalan kecil penuh berandalan lelaki. Syaikh bertanya, yang manakah yang akan diganggui? Hadiriin sepakat, si perempuan kedua, yang memakai baju a la Barat terbuka auratnya lah, yang lebih berkemungkinan besar diganggui.
Dan ingatlah, negara yang paling banyak pemerkosaan adalah di USA berdasarkan berbagai laporan. Jika dirata-rata secara Statistik, ada 3 pemerkosaan dalam 1 menit.
Jika Hukum Syari’ah diterapkan di USA, Syaikh dan hadiriin sepakat, angka itu akan menurun.
Karena itu Islaam menunjukkan jalan “salaamah”, jalan keselamatan.
Karena itu Islam itu adalah “salaam”, Peace, KEDAMAIAN.
Ditutup dengan:
اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ ؕ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Beliaulah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Beliaulah yang lebih mengetahui siapa yang mendapatkan petunjuk.”
(QS. An-Nahl: Ayat 125)
Sesi Tanya-Jawab:
1. Seorang perempuan, dengan suara terisak-isak, mengatakan bahwa saat usia 8 tahun, ia dipaksa ayahnya yang Kristen (ibunya Muslimah) untuk masuk Kristen. Dia bingung, apakah dia seorang Muslim atau Kristen, kini. Dan kini ingin mencari kebenaran. Dan ingin mengetahui apakah tujuan atau maksud Tuhan menciptakan manusia.
Syaikh mempertanyakan bagaimana HUKUM di RI mengenai pemaksaan macam ini, apalagi di negara yang bermayoritas Muslim seperti RI. Di negara lain, ini tidak diperbolehkan. Dan menekankan agar kaum Muslimiin lain melindungi kaum Muslimiin lainnya. Saling menjaga. Saling mengasih-sayangi. Dan mengingatkan bahwa kaum Muslimiin mempunyai agama TERBAIK (QS Aali Imraan ayat 110).
Perempuan itu bertanya apakah dirinya masih Muslim? Syaikh menjawab, jika dia masih percaya pada Satu Tuhan, maka ia adalah Muslim (ah). Dan apakah Yesus seorang Tuhan atau Rasul? Dan ini dibenarkan si perempuan, Tuhan adalah Satu, dan Yesus bukan Tuhan, namun adalah Rasul.
Si perempuan bertanya, mengapa Tuhan menciptakan manusia, segalanya.
Syaikh menjawab dengan QS adz Dzaariyaat ayat 56. Dan menerangkannya. Apa tujuannya? Permisalannya, apa sebenarnya sukses itu? Maka Syaikh menjawab dengan QS Al Ashr. Sukses itu adalah Iman, Amal Sholih, memperingatkan dan menjaga sesama manusia, memperkenalkan kebenaran kepada manusia.
Mengapa Allah menginginkan kita beribadah, berdoa?
Allah adalah The Greatest. Jika semua makhluk menyembahNya atau tidak, Allah tetap Allah, Tuhan. The Greatest.
Maka, di sholat, selain beribadah, berdoa, kita juga meminta petunjuk.
Syaikh bertanya, jika ibu si perempuan terkena serangan jantung, apa yang dilakukan? Ke dokter yang kurang pengetahuan, dokter biasa, atau dokter yang terbaik?
Si perempuan menjawab, ke dokter terbaik.
Syaikh membenarkan, karena itu kita ke ALLAH, YANG TERBAIK, TERBENAR, TERHEBAT, TUHAN ALAM SEMESTA.
Inilah juga maksud dari Al Faatihah. Diterangkannya lah makna masing-masing ayatnya. Juga di surah dan ayah lainnya. Untuk meminta guidance. Petunjuk. Penjagaan. Dan di Al Qur’an diterangkanlah bagaimana kehidupan yang selamat itu sebaiknya, seharusnya, tatacaranya.
Lalu si perempuan bertanya, mengapa Allah menghukum kita jika kita tidak beribadah?
Syaikh menjawab, bayangkanlah ada seseorang membuat perusahaan, dan ada orang yang digajinya, namun membangkang terhadapnya. Maka pantaskah orang itu digaji lagi, bahkan juga bonus?
Si perempuan, mengatakan dengan geli, bahwa ya, orang itu tidak perlu digaji, karena nakal, membangkang.
Dan Syaikh, menyatakan jika si pembangkang itu datang, maka Allah akan mengampuninya, memberikannya semua keuntungan. Karena Allah Maha Kaya, Maha Pengampun.
Dan Syaikh sampaikan, hidup ini adalah ujian. Tes. Untuk The Hereafter, Kehidupan Selanjutnya. Manusia mempunyai Free-will. Gunung, Hutan, Bumi, dll. tidak punya. Manusialah yang mempunyai keistimewaan ini. Dan jika manusia mengikuti Al Qur’an dan Al Hadits, maka in syaa Allah, kita akan selamat.
Dan si perempuan menyatakan percaya kepada Tuhan Yang Satu, dan bahwa Muhammad – shollollohu ‘alaihi wasallam – adalah Rosul (UtusanNya). Tanpa paksaan. Dalam Bahasa Arab dan Inggris. Dengan terharu menangis. Disaksikan ribuan orang (menurut laporan panitia ada 15.000 an hadiriin).
Dan takbir ribuan orang bergema!
Maa syaa Allah, wallohu akbar!
Pertanyaan kedua dari Maria dari NTT.
Menurut dia, jika Muslim dari Jawa murtad ke luar pulau Jawa, akan dipenjarakan, dihukum. Menurut dia, Syaikh mengatakan itu. Moderator menyatakan Syaikh tidak menyatakan itu.
Dan si perempuan mengulangnya, mengapa jika orang beragama Islam ke pulau lain, keluar agamanya, dipenjarakan.
Dan ini bukan urusan Syaikh.
Apalagi, maaf, menurut kami, penanya itu memang kesulitan berbahasa Indonesia dan keliru memahami ceramah Syaikh. Menurut kami, maksudnya, adalah pertanyaan mengapa bila seseorang Murtad, dihukum.
Pertanyaan ketiga, Wibowo, Tionghoa, Muallaf, dari Sidoarjo. Agama keluarganya bermacam2. Pertanyaannya, apakah Allah mengutus Rosuululloh – shollollohu ‘alaihi wasallam – untuk mengislamkan dunia?
Syaikh menjawab, seluruh nabi dan rosul diutus untuk menyebarkan Islam. Antara lain di QS Saba’ ayat 28.
Orang itu menerimanya. Dan meminta agar dapat memeluk Syaikh. Dan diperbolehkan.
Pertanyaan keempat, dari perempuan, Dewi Nurhayati, ingin bertanya mengenai asumsi Non Muslim bahwa Rosuululloh – shollollohu ‘alaihi wasallam – telah mempolitisasi agama agar Arab menjadi kaya. Misalnya soal hajj itu adalah agar negara Arab jadi kaya.
Syaikh menjawab, beliau tidak tahu ada negara lain di dunia, menghabiskan biaya sebesar Arab Saudi dalam menjaga agar Muslimiin dapat beribadah dengan nyaman dan lancar. Dari uang mereka. Bukan mencari uang dari ibadah Hajj.
Pertanyaan lain, dari Muallaf, apakah doanya bagi keluarganya yang masih Non Muslim, diijabah Allah?
Syaikh menjawab, ia sebaiknya doakan mereka agar mendapatkan hidayah, dan perkenalkan mereka akan Islam.
Pertanyaan lain, dari muallaf perempuan eks Hindu. Ibunya murtad. Bapaknya Hindu. Namun sejak 17 thn dia dibebaskan memilih agama. Lalu dia belajar Islam. Pertanyaannya, jika ia menikah, dengan Muslim, dia ikut adat siapa.
Fariq Naik, anak Syaikh Zakir Naik, menjawab, bahwa tentu saja mengikuti tatacara Islam. Dan nikahilah Muslim. Bukan yang Non Muslim.
Pertanyaan berikutnya, Rendra lelaki muallaf eks Kristen. Pertanyaannya, apakah kaum Kristen terdahulu masuk Surga? Dan bagaimana meyakinkan keluarganya bahwa Bibel sekarang sudah melenceng, agar masuk Islam.
Dijawab oleh Fariq. Kitab2 jaman dulu hanya berlaku pada masanya. Kita perlu mengikuti Al Qur’an, petunjuk terakhir. Dan ada tanda2 hubungan ini semua. Ada sisa kebenaran di edisi kitab2 itu kini. Dan itu justru menguatkan Al Qur’an.
Untuk meyakinkan keluarganya, sampaikan bahwa tidak ada sama sekali di Bibel bahwa Yesus menyatakan dirinya sebagai Tuhan.
Pertanyaan berikutnya, dari perempuan Muallaf eks Kristen. Ibunya Kristen. Ayahnya Muslim. Dia menanyakan mengapa Al Baqarah 62 kontradiktif dng bahwa Kafiruun akan ke Neraka.
Syaikh memulainya dengan menyayangkan bahwa banyak di RI, banyak terjadi pernikahan Muslim dengan Non Muslim. Beliau merasa banyak Muslimiin Indonesia masih tidak paham agamanya. Padahal Muslimiin adalah yang terbaik. Mengajak ke Surga. Dan Non Muslimiin, tidak.
Dan Syaikh menjawab, yang dimaksud, adalah mereka di masa lalu itu, adalah umat Tauhiid di masa lalu. Namun syari’ahnya sudah usai. Kini mereka harus menerima syari’ah kini jika ingin selamat. Jadi jika mereka kaum Yahudi, Kristen, dll saat ini menerima Islam, maka dosanya diampuni Allah.
Pertanyaan berikutnya, Muslimiin dari Aceh. Apakah jika bekerja untuk pemerintah yang belum menerapkan syari’ah, boleh atau tidak? Mereka Thogut atau bukan?
Syaikh menjawab, boleh, sepanjang tidak memerangi Islam. Tidak melakukan yang harom.
Pertanyaan lain, Rosita, muslimah Ambon, menanyakan polemik soal Bumi bulat atau dihamparkan, datar.
Syaikh menjawab, bukan demikian. Dihamparkan, misalnya bagaikan Karpet, adalah bagi manusia. Agar kita dapat berjalan di atasnya. Karpet tentu saja juga dapat dihamparkan menyelubungi sesuatu yang bulat, global.
Pertanyaan berikutnya, Muslim, guru dari Sumbawa. Siapa yang mengajari kaum Non Muslim hal menyembah yang salah, padahal di Kitab mereka sebenarnya ada petunjuk tentang Tauhiid.
Syaikh menjawab, adalah kaum manusianya yang mengajari yang salah. Misalnya di Kristen, kaum Gerejanya lah yang mengajari ini. Dengan tafsir yang salah. Dan mendapatkan keuntungan duniawi. Karenanya, Syaikh menyatakan agar mereka kembali ke ajaran yang benar. Misalnya tentang Kalky Autar, yang ditunggu kaum mereka dalam khazanah Hindu, sebenarnya adalah Rosuululloh Muhammad, shollollohu ‘alaihi wasallam. Ada banyak buktinya. Sebenarnya.
Pertanyaannya, perempuan Muallaf. Adiknya juga sudah. Tapi orangtuanya masih Katolik. Dia bertanya, apakah masih boleh menyelamati keluarganya setiap Natal hanya untuk menghormatinya. Karena pernah 2 tahun tidak menyelamatinya, orangtuanya sedih. Bagaimana jalan tengahnya?
Fariq menjawab, ucapan selamat merayakan Natal sama seperti menyetujui bahwa Allah mempunyai anak. Ini tragis. Tak pantas. Dan sebenarnya lebih baik si Muallaf menasihati mereka. Jangan turuti Syirik. Dan justru ini adalah peluang untuk berda’wah.
Pertanyaan berikut, muslimiin dari Riau, QS Al Maaidah 51, apa arti sesungguhnya soal “Aulia”?
Syaikh menjawab, jangan ambil teman dekat, pembantu, pelindung, secara umum, bukan hanya soal pemimpin, dari Non Muslim Yahudi dan Kristen. Kalau sampai ya, maka bisa jadi berisiko digolongkan Allah seperti mereka.
Muslim, berpihaklah kepada (jalan) Allah. Maka Allah akan membantu Muslim.
Muslim jangan menjadikan mereka Pelindung. Namun lindungilah mereka.
Ini mutlak.
Pertanyaan berikutnya, Siti Nurwahyuningsih, bertanya mengapa banyak orang masuk Islam, namun banyak kelakuannya yang macam Kafir. Tak melaksanakan Islam.
Syaikh malah menanyakan ini kepada kita, Muslimiin Indonesia.
Kalau beliau bertetangga dengan Murtadiin, beliau akan sangat malu, dan berusaha menasihatinya.
Maka beliau menekankan agar kita mempelajari Al Qur’aan, dan utamanya, memepelajari terjemahan dan tafsirnya dalam bahasa yang kita mengerti.
Dan agar kaum Muslimiin bersatu.
Dan jangan hiraukan orang yang menyarankan kita menjauhi Al Qur’an dan As Sunnah.
Sudah waktunya Muslimiin Indonesia, negara yang – konon – terbanyak Muslimnya, bangkit.
Pertanyaan terakhir, Anthony, Kristen, dari Kediri. Pernah belajar sholat. Lalu murtad. Dia murtad karena menurutnya di Kristen Tuhan itu satu. Menurutnya pada akhir jaman Nabi Isa akan turun di Akhir Jaman dan menjadi Juru Selamat. Dia percaya ini.
Syaikh menjawab bahwa ‘Isa – ‘alaihis salaam – diangkat ke langit. Dalam keadaan hidup. Tidak disalibkan. Agar nanti di Akhir Jaman beliau kembali untuk menjelaskan bahwa beliau tidak pernah mengklaim sebagai Tuhan. Beliau akan datang sebagai manusia, Rosuululloh, sebagai umat Islam. Dan ini bahkan ada isyarahnya di Bibel. Juga bahwa beliau menerangkan bahwa akan ada Rosul berikutnya, yakni Ahmad/Muhammad, di Bibel. Maka jelas bahwa Rosuul yang terakhir, adalah Muhammad, shollollohu ‘alaihi wasallam. Bukan ‘Isa (Esau, Yeshua, Yesus), ‘alaihis salaam.
Akhirnya orang ini percaya bahwa Tuhan itu Satu. Dan Yesus serta Muhammad adalah Utusan. Jadi dia sebenarnya bukan Murtad. Dia Muslim.
Dan bersyahadat. Dan dia menangis.
Dan dia maju ke panggung. Memeluk Syaikh. Sambil menangis.
Maa syaa Allah, wallohu akbar!
Alhamdulillaah.
Tulisan ini, alhamdulillah, diiakhiri pukul 01.01 WIB

Laporan Langsung Dari Tabligh Akbar Syaikh Dr. Zakir Naik, hafidzahullah, di Universitas Daarussalaam, Gontor, Selasa, 7 Rajab 1438/4 April 2017

Laporan oleh Abu Taqi Mayestino, dan Anwar Luthfi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 masihwan.com

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional