Media Jihad Indonesia

Haram Hukumnya Memakan bangkai dan Darah

  • Reporter:
  • Kamis, 27 Juli 2017 | 15:06
  • / 3 Djulqa'dah 1438
  • Dibaca : 334 kali
Haram Hukumnya Memakan bangkai dan Darah

masihwan.com  –  Hukumnya haram memakan bangkai dan darah, hal ini secara tegas ditulis dalam Al Qur’an Surat An Nahl ayat 155 :

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ ۖ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Surah An-Nahl :155).

Sejak jaman dulu Orang-orang Arab jahiliah mengharamkan sebagian binatang karena dianggap kotor. Keharaman binatang juga terkait dengan alasan ibadah, yaitu untuk mendekatkan diri kepada berhala dan karena mengikuti waham (kepercayaan yang salah). Selain daripada itu orang jahiliyah juga menunjukkan perilaku yang sangat kontradiktif. Mereka menghalalkan binatang yang kotor seperti bangkai dan darah yang mengalir. Bahkan ada pula yang mengonsumsi makanan yang berlebihan, ada yang melarang secara keras.

Dalam tafsir surat An Nahl AlQur’an yang ditemukan pada awal kesepuluh terakhir dari Surat An-Nahl, yang merupakan surah Makkiyah yang terdiri dari 128 ayat. Ini dinamai Surat An-Nahl (lebah) karena mencakup sebuah ayat di mana Allah SWT menjelaskan bahwa Dia telah mengaruniakan kepada lebah betina kemampuan untuk mengumpulkan nektar dari bunga, mencernanya, dan menjadikan dari nektar itu cairan manis yang kita sebut madu . Cairan manis yang dijelaskan dalam surah An-Nahl itu berasal dari perut lebah sebagai minuman yang memiliki warna yang berbeda-beda, dan menjadi obat bagi manusia.

Lebih lanjut seorang Professor Islam di bidang sains mengungkapkan dalam situsnya tentang fakta ilmiah terkait pelarangan memakan bangkai dan darah sebagainya yang terkandung dalam surah An-Nahl ayat 155, sebagai berikut:

  • Yang pertama adalah Larangan memakan Bangkai – Kematian yang terjadi pada hewan sebelum disembelih bisa disebabkan karena menderita penyakit tertentu atau terjangkitnya virus. Ataupun bisa juga karena usianya yang sudah tua. Dan dua alasan ini cukup untuk melarang jenis daging yang telah mati untuk dimakan. Selain itu, ketika hewan mati tanpa disembelih dengan benar memungkinkan darahnya mengering dari tubuhnya, maka darah itu akan tetap terjebak dalam tubuhnya. Ini adalah masalah serius karena darah membawa kotoran tubuh termasuk karbon dioksida, urea, asam urat, mikroorganisme, parasit, dan produk asimilasi makanan dan metabolisme yang diangkut melalui pembuluh darah dan arteri dan anak cabangnya pada tubuh hewan. Dan yang lebih mengejutkan adalah sebagian besar zat ini berpotensi untuk membusuk dan rusak jika tetap berada dalam tubuh hewan, terutama jika tubuh hewan itu telah ditinggalkan untuk jangka waktu cukup lama. Dari alasan tambahan ini kita melihat kebijaksanaan lebih lanjut dan logika di balik larangan Allah untuk memakan bangkai.
  • Larangan Memakan Darah – Sifat dari darah adalah cairan merah gelap yang terdiri dari campuran sel yang berbeda. Dan Sel-sel darah merah yang membentuk 45% dari volume darah (4 sampai 6 juta per mm3) yang mengandung konsentrasi tinggi dari hemoglobin yang bertanggung jawab untuk membawa dan memberikan oksigen ke sel-sel tubuh. Selain daripada itu darah juga mengandung sel darah putih yang mempertahankan tubuh terhadap serangan mikroorganisme dan parasit yang menimbulkan penyakit. Darah juga mengandung trombosit yang membentuk sumbat trombosit di lokasi luka atau perdarahan untuk memungkinkan darah membeku. Ada kerugian lain yang terjadi ketika memakan darah yaitu adanya getah bening yang mengalir di pembuluh limfatik yang akhirnya bergabung dengan pembuluh darah besar dekat jantung. Pembuluh limfatik menyerap protein yang melepaskan diri dari pembuluh darah dan mereka dalam jaringan interselular dan matriks dan mengembalikan mereka ke aliran darah pada waktu yang tepat, sehingga menjaga homeostasis kimia yang sangat penting bagi makhluk hidup.

Jadi tidak menjadi alasan bagi manusia untuk mengkonsumsi bangkai dan darah karena beberapa alasan diatas yang telah diterangkan oleh para Professor Islam yang telah mengadakan penelitian secara menyeluruh dan komperehensif.  (akh)

 

 

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 masihwan.com

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional